Art Jakarta Gardens kembali hidupkan Hutan Kota dengan kreativitas dan kolaborasi

Pekan seni yang terus sukses menyapa para penikmat seni sejak pandemi 2025, Art Jakarta Gardens, secara resmi telah kembali tahun ini untuk edisi ke-5.

Masih sama dengan edisi sebelumnya, Art Jakarta Gardens yang digelar pada 5-10 Mei 2026 ini diselenggarakan di Hutan Kota by Plataran.

26 galeri dari dalam negeri dan kawasan Asia ikut meramaikan Art Jakarta Gardens yang menawarkan cara baru dalam menjelajahi karya seni, yakni dengan memadukan presentasi seni di dalam dan luar ruang.

Dua tenda utama akan menampilkan karya dari 26 galeri, sedangkan karya patung dalam segmen Sculpture Garden akan tersebar di area taman Hutan Kota by Plataran.

Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto mengatakan, memasuki penyelenggaraan yang ke-5, Art Jakarta Gardens sudah menjadi pelantar atau platform kegiatan seni rupa dengan karakternya yang khas: acara pameran seni rupa terpadu di area taman terbuka, disertai pentas musik dan pertunjukan lain.

“Sementara, sebelumnya, di bulan Februari, Art Jakarta baru saja memperkenalkan dan menyelenggarakan Art Jakarta Papers. Rangkaian kegiatan tahunan Art Jakarta ini kami harapkan dapat memperkuat dinamika pasar seni rupa Indonesia, yang praktik dan jenis karyanya sungguh beragam, untuk diperkenalkan kepada peminat dan publik yang beragam pula”, tambahnya.

Baca Juga: Kembangkan IP lokal menjadi fun walk, TFR News dan Ibu Tucing hadirkan Tucing Berlari

Hadirkan experience artistik di ruang publik dengan beragam karya dan kolaborasi

Jakarta Gardens 2026 juga akan kembali menyuguhkan sejumlah program publik yang lebih hidup, berupa penampilan musik, seni performans, dan diskusi yang akan memperkaya pengalaman artistik di ruang publik sekaligus mendorong keberlanjutan komunitas seni dan kreatif lokal.

Untuk segmen Sculpture Garden menampilkan lebih dari 30 karya patung dari seluruh peserta galeri. Mayoritas karya patung merupakan karya seniman Indonesia, di antaranya Sunaryo, Nyoman Nuarta, Tisna Sanjaya, Arkiv Vilmansa, Adi Gunawan, Redy Rahadian, Naufal Abshar, dan masih banyak lagi.

Sebagai satu-satunya program dalam rangkaian Art Jakarta yang secara khusus berfokus pada patung di ruang luar, Sculpture Garden pada perhelatan Art Jakarta Gardens menjadi daya tarik utama sekaligus pengalaman khas yang terus dinantikan publik.

Kolaborasi dengan mitra pendukung, yaitu Bibit & BCA, juga menjadi salah satu highlight di Art Jakarta Gardens yang dihadirkan kembali di edisi ke-5 ini. Bekerjasama dengan seniman terkemuka asal Yogyakarta, Mulyana, Bibit mengundang pengunjung merefleksikan perjalanan investasi dengan bercermin pada karakter gurita lewat karya bertajuk “Tentacles of Wealth”.

Sedangkan BCA telah menyiapkan berbagai penawaran istimewa yang membuat pengalaman berkunjung menjadi lebih maksimal untuk mendukung antusiasme para pengunjung dan pecinta seni.

Selain itu, salah satu yang baru di rangkaian Art Jakarta Gardens 2026 yaitu kolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation dan dikurasi oleh Plainsong Live.

Program ini menghadirkan beragam pertunjukan musik dari musisi Indonesia seperti Ali, The Cottons, Jo Soegono, BABON, Klav, Klegoth Breaks, Batavia Collective, Basajan, dan Pelteras, yang akan menghidupkan suasana taman dengan spektrum musikal yang beragam.

Selain itu, Bakti Budaya Djarum Foundation juga mempersembahkan Laku Swargaloka oleh Swargaloka, sebuah karya performatif tentang perjalanan estafet lintas generasi dan pengetahuan budaya.

Program publik juga dilengkapi dengan sesi diskusi yang membuka ruang pertukaran antara komunitas seni, pelaku kreatif, dan publik, serta program tur terpadu yang memberikan pengalaman apresiasi karya bersama kurator profesional. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan program dapat diakses melalui akun Instagram @artjakarta dan situs resmi artjakarta.com.