Hadirkan 28 galeri seni selama 4 hari, Art Jakarta Papers dihadiri 9 ribu pengunjung

Perhelatan perdana Art Jakarta Papers 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3 sukses diselenggarakan dengan berhasil menarik 9,289 pengunjung.

Event besutan Art Jakarta ini diadakan selama empat hari berturut-turut, pada 5-8 Februari 2026. Menghadirkan 28 galeri seni yang seluruhnya memamerkan karya seni kertas yang diubah dalam berbagai medium seni.

Tak hanya itu, Art Jakarta Papers turut menampilkan sejumlah presentasi tunggal seniman Indonesia, presentasi kolaborasi dengan mitra, serta rangkaian program lain untuk publik yang menyorot medium kertas pada praktik seni rupa lokal.

“Art Jakarta Papers 2026 menyoroti bagaimana kertas dapat berfungsi lebih dari sekadar medium bagi seniman, tetapi juga sebagai ruang bagi gagasan dan eksperimen,” ujar Orton Huang, Direktur YIRI ARTS dalam siaran pers Art Jakarta Papers (8/2).

Baca Juga: Pulih Nan Selaras gandeng Habib Ja’far dalam live podcast “Kembali Secara Utuh

Mengeksplorasi kertas sebagai medium seni

Hadirnya 9 ribu pengunjung mencerminkan konsistensi minat masyarakat yang kuat terhadap acara dan pekan seni lokal. 

Apalagi mengingat saat ini Indonesia berada di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti, namun Art Jakarta Papers melihat adanya dukungan dari kolektor dan komunitas seni lokal.

Format baru disajikan, tak hanya untuk melihat ragam karya seni dari kertas, tetapi juga menyaksikan sejumlah kolektor dan penikmat seni baru yang turut meramaikan suguhan karya seni kertas dalam kebaruan format dan bentuk.

“Edisi perdana Art Jakarta Papers telah membuktikan komitmen penyelenggara dalam mengembangkan ekosistem seni Indonesia. Diskusi serta respons hangat yang kami terima terhadap karya-karya yang kami pamerkan, termasuk karya seniman muda yang sedang berkembang hingga karya berskala besar dengan medium kertas, menjadi indikator kuat atas upaya dan keseriusan yang dicurahkan dalam proses persiapan menuju pameran ini,” tegas Megan Arlin, Direktur ara contemporary.

Pengunjung yang hadir disuguhkan oleh karya instalasi patung Iwan Effendi yang monumental berbentuk sebuah boneka yang terbuat dari kertas dengan tinggi hingga 2,5 meter.

Selain itu, pada 7-8 Februari 2026, Art Jakarta Papers juga membawakan program AJ Talks dalam tema khusus membahas tentang kertas dalam dunia seni rupa kontemporer.

Tema diskusi ini mengangkat berbagai seluk beluk seputar karya kertas dalam ekosistem seni rupa, tantangan konservasi karya kertas dalam konteks iklim tropis, peluang pasar internasional untuk seniman kertas Indonesia, evolusi karya kertas, kertas sebagai ruang eksperimen, dan restorasi kertas.

Selain diskusi, program publik Art Jakarta Papers juga dilengkapi oleh lokakarya dari Krack! Printmaking Collective asal Yogyakarta yang memperkenalkan teknik cetak saring kepada pengunjung.

Ada pula presentasi monolitik yang dihadirkan oleh myBCA bersama seniman Rudy Atjeh. Karya ini disusun dari potongan kertas dan membentuk suatu pohon sebagai metafora pertumbuhan hidup manusia.

Sucor Asset Management juga turut menghadirkan Sucor AM Corner, ruang interaktif yang melibatkan seniman Naufal Abshar dalam menginterpretasikan enam pion catur ke dalam karakter patung papier-mâché.

Melalui rangkaian ini, Art Jakarta menegaskan posisinya sebagai platform berkelanjutan yang memperkuat ekosistem seni rupa di Indonesia, sekaligus membuka ruang dialog dan pertukaran praktik seni rupa kontemporer di tingkat regional.