Rayakan setahun kehadiran publiknya di Bali, Nuanu Creative City rilis Laporan Dampak 2025

Nuanu Creative City meluncurkan Laporan Dampak 2025 yang mendokumentasikan dampak lingkungan, sosial, hingga aktivitas budaya yang dilakukannya sebagai kawasan terbuka publik di Bali sepanjang tahun 2025.

Peluncuran laporan ini sekaligus merayakan satu tahun pertama di mana Nuanu menjalani pemanfaatan publik secara berkelanjutan, meliputi aktivitas harian, pengawasan masyarakat, dan tanggung jawab operasional yang nyata.

Laporan Dampak 2025 diluncurkan dengan tujuan melacak hal-hal yang telah dilakukan Nuanu serta menilai mana yang berhasil dan apa yang tidak.

“Karena dampak kami (baik lingkungan maupun sosial) sangat penting, laporan ini menjadi permulaan percakapan tentang apa yang bisa kami lacak dengan lebih baik, apa yang bisa kami tingkatkan, dan praktik-praktik mana yang dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi komunitas kami maupun komunitas sekitar,” ujar CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, dikutip dari siaran pers, Kamis (22/1).

Salah satu yang Nuanu lakukan dalam hal ini ialah dengan mencoba menerapkan kerangka kerja IT pada industri dan inisiatif yang lebih tradisional.

Baca juga: Art & Bali edisi pertama sukses digelar, dimeriahkan 17 galeri dan 150+ seniman

Dampak lingkungan lewat pendekatan berbasis sistem

Di Nuanu, keputusan terkait mobilitas, energi, limbah, dan tata guna lahan dirancang secara terintegrasi untuk membentuk pengalaman harian sekaligus dampak ekologis jangka panjang.

Seluruh kawasan telah menerapkan mobilitas rendah emisi melalui penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi internal, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung lingkungan yang ramah pejalan kaki.

Transisi tersebut berhasil mencatatkan penghematan bahan bakar sekitar 39.500 liter per tahun dan menghindari lebih dari 43 ton emisi CO2e.

Nuanu juga mengurangi konsumsi listrik sekitar 213.362 kWh melalui sistem energi surya, serta melakukan upaya restorasi ekologis melalui reforestasi, yaitu penanaman 1.015 pohon, menggunakan metode Miyawaki.

Dalam hal sampah, sebanyak 94,84 persen berhasil didaur ulang berkat penerapan sistem pengelolaan sampah, di mana setiap sampah yang dihasilkan akan dipilah, dikompos, ataupun diredistribusi. 

Sepanjang 2025, terdapat 84,65 ton sampah yang dapat didaur ulang dan 1.085 ton sampah organik yang diproses dengan dikompos ataupun dialihkan ke praktik pertanian lokal.

Fondasi pendataan operasional dampak lingkungan ini telah dimulai sejak 2024, kemudian diperdalam pada 2025.

Sementara itu, untuk 2026 ini, Head of Environment Nuanu Agastya Yatra mengatakan, “Pada 2026, komitmen kami adalah memastikan sistem ini mencapai kematangan penuh, dengan hasil yang jelas, akuntabel, dan siap memandu peta jalan baru untuk tahun-tahun mendatang.”

Nuanu alokasikan lebih dari Rp5,6 miliar untuk dampak sosial

Melalui Nuanu Social Fund dengan kemitraan jangka panjang, lebih dari Rp5,6 miliar dialokasikan untuk program pendidikan, budaya, kesejahteraan komunitas, dan kegiatan peningkatan mata pencaharian. 

“Pada 2025, kami fokus membangun komunitas, membangun kepercayaan melalui keterlibatan yang konsisten, alokasi yang transparan, serta kemitraan,” ujar Head of Nuanu Social Fund Auditya Sari.

Sebagai kawasan kreatif terpadu di Bali, sebanyak 62,9% dari pendanaan tersebut ditujukan untuk kegiatan seni dan budaya. 

Nuanu turut mendukung bidang pendidikan melalui lebih dari 15 program pembelajaran, meliputi pelatihan keterampilan, literasi, dan penguatan kepercayaan diri, yang menjangkau lebih dari 1.000 anak dan pelajar, serta 120 perempuan dan remaja perempuan.

Terdapat pula inisiatif kesehatan dan kesejahteraan dengan tujuan memperkuat nutrisi, kesehatan mental, dan kesejahteraan komunitas yang mencatatkan 2.200 peserta. Sebagai upaya penyelamatan jiwa, Nuanu juga mendonasikan sebanyak 20 kantong darah.

Guna memastikan pertumbuhan dan pendanaan berbasis komunitas yang benar-benar memberikan dampak, Nuanu menghadirkan program mata pencaharian berbasis alam dengan mendukung 863 rumah tangga melalui kegiatan pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan upaya terkait keanekaragaman hayati.

Di samping itu, Nuanu Social Fund turut melakukan upaya penyaluran bantuan darurat secara cepat kepada masyarakat terdampak banjir di Bali, dengan cakupan 1.447 komunitas.

Berbagai inisiatif ini dilakukan sebagai dasar bagi Nuanu dalam merancang pengembangan, investasi, dan akuntabilitas ke depan. Simak laporan lebih lengkapnya melalui tautan bit.ly/NuanuImpact2025, ya!