Nuanu Creative City rayakan Hari Kartini lewat narasi “She Builds, She Leads, She Inspires”

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Nuanu Creative City mempersembahkan “She Builds, She Leads, She Inspires”, sebuah narasi hidup yang menghormati semangat abadi Raden Ajeng Kartini melalui kisah nyata para perempuan yang membentuk salah satu ekosistem kreatif paling dinamis di Bali saat ini.

Warisan Kartini dikenal memiliki resonansi unik Indonesia, yang berakar pada pendidikan, keberanian, dan kebangkitan suara perempuan melawan sistem yang membatasi. Di Nuanu, semangat ini bukan sekadar simbol, melainkan juga semangat yang dihayati, dibangun, dan dipimpin setiap hari.

Dari ruang rapat hingga lokasi konstruksi, dari studio seni hingga program komunitas, perempuan di Nuanu bukan hanya hadir, mereka adalah pemimpin, pembangun, pencipta, dan agen perubahan.

Baca Juga: Haviez Ammaz lanjutkan pameran tunggal “Awakened Body: Raga Eling” ke Bali

Menyoroti perempuan Nuanu dalam aksi, dampak, dan kepemimpinan

Pada Hari Kartini ini, Nuanu menggeser narasi dari perayaan ke visibilitas untuk memperlihatkan bagaimana perempuan-perempuan Nuanu menjadi sosok penting untuk membangun dari dalam.

Di sini, para perempuan Nuanu berbagi tentang arti warisan Kartini bagi mereka melalui pekerjaan yang mereka lakukan dan perubahan yang mereka ciptakan setiap hari.

Merefleksikan identitas dan representasi, Ida Ayu Astari Prada, Director of Brand & Communications, Nuanu Creative City, berbagi tentang makna semangat Kartini baginya.

“Semangat Kartini hidup melalui perempuan yang berani mendefinisikan narasi mereka sendiri. Di Nuanu, kami melihat perempuan Bali tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memimpin bagaimana budaya tersebut berkembang dan direpresentasikan. Bagi saya, Hari Kartini adalah tentang memiliki suara kita sendiri, identitas kita, dan peran kita dalam membentuk ekosistem kreatif,” ujarnya.

Kelsang Dolma, Director of Public Relations & Special Art Projects di Nuanu Creative City, menawarkan perspektif yang dibentuk oleh pengalamannya di luar Indonesia, yaitu perspektif yang berakar pada keberanian dan upaya merebut ruang.

“Hari Kartini adalah pengingat bahwa perempuan tidak perlu menunggu untuk diundang ke dalam ruangan. Kita juga membangun ruangan itu. Perjalanan saya di Nuanu, membantu memimpin platform seperti FOTO Bali Festival dan Art & Bali, telah menunjukkan kepada saya apa artinya menciptakan ruang dengan niat dan memimpin dengan keyakinan,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai seseorang yang berasal dari luar Indonesia namun merasa sangat terhubung dengan semangat budayanya, ia melihat warisan Kartini dalam keberanian untuk melangkah maju, membentuk budaya, dan membantunya menentukan ke mana arah percakapan selanjutnya.

Auditya Sari, Head of Nuanu Social Funds, menghubungkan warisan Kartini dengan dampak bagi masyarakat.

Menurutnya, “Kartini mengajarkan kita bahwa perubahan dimulai dengan kesadaran dan kasih sayang. Di Nuanu, memberdayakan perempuan berarti memberdayakan masyarakat. Melalui program-program sosial, kami menciptakan dampak yang meluas jauh melampaui diri kami sendiri. Itulah arti warisan Kartini bagi saya saat ini.”

Sedangkan, Silvia Maharani, Chief of Security, Nuanu Creative City, membawa perspektif yang kuat dari lapangan.

“Kartini hari ini tidak hanya berada di kantor. Dia berada di lapangan, mengelola tim, memastikan keamanan, dan memastikan semuanya berjalan lancar. Bagi kami, Hari Kartini adalah tentang membuktikan bahwa kepemimpinan tidak memiliki satu bentuk tunggal dan bahwa perempuan dapat berdiri teguh dalam setiap peran,” tutupnya.

Dengan berbagi suara-suara ini, Nuanu bertujuan untuk menginspirasi generasi perempuan baru melalui kisah-kisah yang nyata, mudah dipahami, dan penuh semangat.

Lebih dari sekadar perayaan, ini adalah seruan untuk perempuan muda melangkah maju, mengambil ruang, dan tampil menonjol untuk dengan berani membentuk masa depan mereka sendiri.