Pemerintah perkenalkan tiga museum baru di Pulau Jawa

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan meluncurkan tiga museum baru. Rupanya, kehadiran museum baru tersebut dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh setiap 12 Oktober.

Melansir Kompas.com (13/10), pertama, Museum Batik Indonesia yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Museum ini didirikan sebagai tindak lanjut dari pencatatan Batik Indonesia ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009.

Tidak hanya itu, rupanya kehadiran Museum Batik Indonesia ini juga sebagai tempat pewarisan pengetahuan sekaligus budaya batik sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia. 

Di museum ini telah disajikan berbagai informasi mengenai sejarah batik di Indonesia, beragam koleksi kain batik, informasi teknik pembuatan batik, hingga tokoh-tokoh penting dalam dunia batik.

Kedua, Museum Semedo yang berlokasi di lereng jajaran Pegunungan Serayu, tepatnya di ujung Desa Semedo, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Museum ini didirikan untuk melestarikan peninggalan kehidupan manusia purba, mempublikasikan hasil penelitian, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai nilai penting Semedo sebagai salah satu situs arkeologi dan situs manusia purba terkemuka.

Pasalnya, di Kawasan Cagar Budaya Semedo memang kerap ditemukan sisa manusia purba, fosil flora dan fauna, serta berbagai artefak batu dan tulang. Lebih lanjut, Museum Semedo menyajikan koleksi temuan spesimen Semedo 1, yaitu artefak tinggalan manusia purba jenis Homo Erectus.

Ketiga, Museum Song Terus yang terletak di Dusun Weru, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Penemuan fosil manusia prasejarah, fosil flora fauna, dan berbagai alat batu di Kawasan Situs Prasejarah Gunung Sewu, yang sebagian besar dalam gua-gua hunian prasejarah, menjadi alasan utama didirikannya museum ini.

Oleh karena itu, museum ini diharapkan dapat menjadi tempat untuk melestarikan peninggalan budaya prasejarah dari Kawasan Gunung Sewu. Sekaligus menjadi wadah penelitian dan publikasi hasil penelitian Kawasan Gunung Sewu kepada masyarakat.

Museum Batik Indonesia, Museum Semedo, dan Museum Song Terus merupakan tiga dari 11 museum yang dibangun sejak 2010 hingga 2022. Ketiga museum ini akan berada di bawah pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya, Ditjen Kebudayaan, dan Kemendikbud Ristek.

“Museum dapat menjadi sumber inspirasi, rumah peradaban, tempat tumbuh dan berkembangnya kemampuan berpikir serta kreatifitas masyarakat, pendorong tumbuhnya rasa bangga dan cinta tanah air, serta menjadi objek wisata yang mengedepankan unsur pendidikan dan pelestarian warisan budaya. Tentu yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi pusat informasi dan dokumentasi warisan budaya bangsa,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid.

Maka dari itu, Kemendikbud Ristek memilih tema “Museum sebagai Sumber Inspirasi Bangsa” dalam rangka perayaan Hari Museum Indonesia 2022. Melalui tema itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk makin menghargai dan mengoptimalkan peran dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan.