Google Maps dan Waze merger guna menghindari PHK

Google menggabungkan tim produk Google Maps dengan Waze, layanan peta yang diakuisisi Google di tahun 2013, pada Jumat (9/12).

Kabar dan keputusan mengenai merger ini muncul setelah raksasa mesin pencarian tersebut merasa tertekan untuk memotong biaya dan memperketat operasional.

Per Jumat lalu, 500 karyawan Waze berada di bawah naungan perusahaan Geo Google, yang mengawasi Maps serta Earth and Street View. Sementara itu, CEO Waze Neha Parikh mengundurkan diri dari jabatannya.

Melansir TechCrunch, Google berencana untuk tetap mempertahankan Waze sebagai layanan mandiri, yang memberikan informasi rute, titik kemacetan, lokasi mobil polisi, kecelakaan, dan sebagainya.

Pihaknya juga tidak berencana untuk mengambil tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari reorganisasi perusahaan. Pasalnya seperti diketahui, belakangan banyak PHK yang terjadi di dunia teknologi.

Meskipun begitu, perusahaan teknologi besar itu berencana untuk melakukan restrukturisasi layanan pemetaan yang berbeda untuk mengurangi tumpang tindih dalam pembuatan peta.

CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai mengatakan ia berharap bisa membuat Google 20% lebih produktif dengan sumber daya yang lebih sedikit.

Dalam Code Conference yang digelar pada September lalu, jajaran eksekutif Google mengatakan perusahaannya tengah mengalami perlambatan akibat merekrut terlalu banyak pegawai.